Rabu, 13 April 2016

Griya Setu Permai
Griya Setu Permai adalah tempat yang sangat ramai penduduknya dan sangat Ramai jika menjualan di sekitar sana juga tempatnya sangat luas dan sejuk, jadi jika anda berjualan di sekitar perumahan Griya setu permai di jamin dagangan anda sangat laku dan cepat habis.

Cara membedakan Bakso Sehat
Bahan Terlarang : Yang tergolong dalam bahan tambahan terlarang dalam makanan adalah bahan-bahan yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh manusia baik dalam jumlah kecil maupun besar. Bahan kimia terlarang yang sering dipakai adalah formalin, borax dan zat pewarna tekstil Rhodamin B. Formalin seharusnya dipakai hanya untuk mengawetkan mayat supaya tidak berbau dan tidak busuk. Borax banyak dipakai untuk bahan sabun cuci sedangkan Rhodamin B adalah pewarna tekstil bukan pewarna makanan. Tentu saja konsumsi bahan-bahan tersebut dalam jumlah kecilpun dalam jangka panjang akan membawa akibat pada kesehatan, di antaranya munculnya kasus kanker.
Para penjual makanan dalam hal ini penjual bakso yang berpikir hanya mencari untung semata, tentu tidak akan memikirkan kesehatan orang lain. Yang paling penting adalah bagaimana caranya menekan harga produksi dan mendapat keuntungan yang sebanyak-banyaknya tidak peduli bahan apa yang digunakan dalam makanan yang dijual kepada konsumen. Bakso adalah salah satu jenis makanan yang paling banyak dan paling sering terkena isu negatif, mulai dari pemkaian daging babi, tikus, pemakaian borax, pemutih, pengembang dan sebagainya. Sehingga buat anda pecinta kuliner yang satu ini berhati-hatilah dalam memilih tempat makan yang menyajikan menu bakso.
Memang tidak mudah membedakan antara bakso yang sehat dengan yang memakai obat-obat terlarang, tetapi kami akan membagikan tips memilih bakso yang sehat tanpa pengawet.

Cara mendeteksi :
* Untuk bakso sapi, warna bakso lebih putih, kenyal dan saat direndam dalam kuah panas menebarkan aroma mirip obat atau kapur. Bakso sapi tanpa borax lebih gelap warnanya, cenderung cokelat gelap.
* Tahu dengan tambahan larutan formalin, lebih kenyal, permukaannya cenderung lebih keras, tidak mudah basi meskipun tidak dikukus atau tidak direndam air dingin dan disimpan dalam kulkas.
* Mi basah yang memakai formalin, berwarna kuning, kenyal dengan aroma air abu dan aroma obat yang tajam saat diseduh.
Cara menghindari:
Agak sulit menghindari konsumsi bahan makanan yang bebas bahan berbahaya mengingat hampir sebagian besar bahan makanan tercemar bahan tersebut.
* Untuk bakso sapi, ada baiknya buat bakso sapi sendiri dari daging sapi pilihan bermutu bagus. Meskipun agak mahal tetapi lebih sehat.
* Untuk tahu, pilih tahu yang lembut permukaannya dan bagian dalamnya. Seperti jenis tahu air dan egg tofu, meskipun tidak tahan lama dan mudah hancur tahu ini lebih aman.
* Untuk mi basah, sebaiknya pilih yang berwarna tidak mencolok dan memakai telur sebagai bahan. Mi basah ini harganya lebih mahal dan tidak tahan disimpan lama. Kalau ingin aman, anda bisa membuat mi segar sendiri.
* Khusus untuk pemakaian bahan pewarna tekstil mudah terlihat dengan warna-warna mencolok dan menggiurkan. Sebaiknya, buat sendiri jajanan dengan pewarna makanan meskipun sedikit repot dan mahal.
Tetapi jika anda makan di warung, rumah makan, atau bahkan restoran, tips yang paling jitu adalah anda mengenal dan mengetahui sosok penjual atau pemiliknya. Tetapi hal ini tentu akan menyulitkan bagi para konsumen yang tidak mengenal secara dekat pemilik dan pengelola bakso tersebut.
Biografi Tukang Bakso Jablay




 
Tukang Bakso ini bernama Jaki, dia berjualan Bakso sejak tahun  2013 hungga sekarang ini, tukang bakso ini tidak menetap tetapi berkeliling di sekitar perumahan Mustiksa Gandaria Dan perumahan Griya Setu Permai. penghasilan seharinya 600rb/harinya dan dia. sebelum dia berjualan bakso dia berjualan sembako di rumahnya, tukang bakso jablay ini sudah berkeluarga dan mempunya anak 1. dia mencari nafkah untuk anak dan istrinya hanya berjualan bakso keliling perumahan.

Sejarah Bakso














Pada awal abad ke -17 akhir Dinasti Ming di Fuzhou, Hidup seorang pria bernama Meng Bo yang tinggal di sebuah desa kecil. Meng Bo sangat baik dan sangat berbakti kepada orang tuanya. Kebaikan dan bakti kepada ibunya sudah dikenal di kalangan tetangganya. Suatu hari, ibunya yang sudah mulai tua sudah tidak dapat makan daging lagi, karena giginya sudah mulai tidak bisa makan sesuatu yang agak keras. Ini sedikit mengecewakan karena dia suka sekali makan daging.

Meng Bo ingin membantu ibunya agar bisa mengonsumsi daging lezat lagi. Sepanjang malam duduk, memikirkan bagaimana mengolah daging yang bisa dimakan oleh ibunya. Hingga suatu hari, ia melihat tetangganya menumbuk beras ketan untuk dijadikan kue mochi. Melihat hal itu, timbul idenya. Meng Bo langsung pergi ke dapur dan mengolah daging dengan cara yang digunakan tetangganya dalam membuat kue mochi. Setelah daging empuk, Meng Bo membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil sehingga ibunya dapat memakannya dengan mudah. Kemudian ia merebus adonan itu, tercium aroma daging yang lezat.
Meng Bo menyajikan bakso itu kepada ibunya. Sang ibu merasa gembira karena tidak hanya baksonya yang lezat, tapi juga mudah untuk dimakan. Meng Bo sangat senang melihat ibunya dapat makan daging lagi.
Cerita bakti Meng Bo cepat menyebar ke seluruh kota Fuzhou. Penduduk berdatangan terus menerus untuk belajar membuat bakso yang di buat Meng Bo. Dan resep terus menyebar dari keluarga ke keluarga lain, kota ke kota lain dan bahkan sekarang diindonesia.
Mungkin bentuk dan rasa yang di buat Meng Bo dan kita makan sehari-hari pasti beda. Cuma sama-sama daging empuk yang di buat bulat2.  Diindonesia bakso sudah dikembangkan resepnya jadi beda2. Dari segi warna bakso, resep soup dan lain2 sudah berbeda dari dulu sampai sekarang.